Ulasan ‘Kita Punya Bendera’

Hari Jumat kemarin, saya akhirnya memutuskan nonton  film karya Mas Steven Purba. yang dari judulnya sebenarnya sudah menarik. Apalagi bumbu dari Pak Adit, dosen kita yang bilang ‘Nih film bagus patut ditonton’. Nah, tambah sedap deh keputusan saya buat nonton. Temen-teman yang lain sepertinya ga bisa dateng plus ada salah satu temen yang memang berhalangan hadir, saya pergi kesana deh sama rekan saya Intan dari majalah Versus. Kebetulan saya juga sekalian mewakili FDGI. Setelah nonton film yang durasinya sekitar hampir satu setengah jem-an, muncul lah opini pribadi saya mengenai film ini.

Hmm…

Film ‘Kita Punya Bendera’ ini sebenarnya membahas masalah krusial yang sering kita hadapi bersama di masyarakat. Tidak bisa dipungkiri apalagi dihindari memang kita semua berBEDA!!  Tapi kenapa dan apa masalahnya kalau kita berbeda??  Memang kita diciptakan oleh Tuhan memang berbeda-beda kok..Kalau ga beda jadi apa dong yang membedakan kita dengan teman-teman kita??  Memang kita BEDA dan mesti BEDA!!  Itu menurut saya…Biar variatif lah…

Nah film ini ceritain si Timmy yang seakan kehilangan jati diri jadi seorang warga Indonesia gara-gara Pak Kepsek nya minta satu kelas ngisi formulir yang ada pertanyaan tentang ‘keturunan’. Dasar masih anak kecil, yang dijawab Timmy yah “Jawa’ gara-gara temen sebangkunya “Jarwo” bilang, “kan kita tinggal di Jakarta, nah Jakarta itu termasuk Pulau Jawa, jadi kita keturunan Jawa..”, begitu kira-kira jawaban Jarwo ketika Timmy bingung mau mengisi apa untuk pertanyaan ‘keturunan’ tadi. Setelah diperiksa sama Ibu Guru-nya, Timmy dipanggil.. Menurut si Ibu, Timmy itu keturunan Tionghoa karena Timmy orang China..  Semakin bingung lah Timmy akan asal muasal keturunannya…

Pada adegan pertama, Timmy diperliahtkan sebagai sosok anak laki-laki yang lemah, selalu pingsan pas acara upacara bendera tapi NEKAT mau jadi salah satu paskibra pas 17 Agustus-an gara-gara mau menarik perhatian seorang anak perempuan di sekolahnya. Terus-terusan adegan di selingi dengan ketekadan Timmy buat jadi pembaca Proklamasi (kalo ga salah inget…) cuma gara-gara walaupun ga bisa narik perhatian banget-banget tapi setidaknya pembaca Proklamasi berdiri di samping pemimpin upacara, nah otomatis posisi Timmy menguntungkan biar jadi pusat perhatian…

Film terus berlanjut sampai ke adegan lucu perbincangan anak-anak kecil yang masih polos tentang mau mangadakan acara tahun baru imlek alias SINCIA… Oh ya mereka berempat, termasuk Timmy. Ada Jarwo yang wong Jowo, ada Nia yang orang Bali, dan yang terakhir dan paling lucu si Romi orang Batak.

Sebenarnya risih juga jadi orang ‘keturunan Tionghoa’ seperti saya ini. Diskriminasinya ketaraaa banget, suka sebel juga kalau ada orang di jalan ‘membedakan’ saya atau teman-teman. Mungkin banyak pula teman-teman yang kena sasaran buat si ‘diskriminasi’.Hehe..

Intinya, menurut saya, nih film bagus, ngangkat isu lama yang sudah disimpen kelamaan ga diangkat ke permukaan. Tapi tetep yah, menurut saya masih banyak kekurangan…Saya maklum kok!! Boleh saya bahas kekurangannya? Tidak bermaksud apa-apa hanya ingin ngungkapin opini saya..

Saya masih merasa aneh dengan adegan ‘romantis’ dimana kelanjutan adegan tidak dilanjutkan. Seakan-akan adegan hanya dibentuk supaya Timmy punya alesan buat jadi petugas upacara. Bukan karena rasa cinta tanah air..Walaupun adegan terakhir membuat kita terharu dengan warna merah di bendera Indonesia yang bukan milik orang keturunan Tionghoa. Segi lighting yang katanya bermasalah, menurut saya tidak bermasalah hanya warnanya terlalu keras, banyak warna-warna coklat tanah yang membuat saya serasa ‘panas’ melihat film ini. Terlalu menonjolnya lagu instrumen pada awal adegan juga agak mengganggu menurut saya. Tapi overall dari kekurangan sampai kelebihan film ini, saya bisa bilang TWO THUMBS UP for you guys!!!  Genre film yang lain dari yang lain (baca: UNIK), beredukasi, dan yang pasti BEDA!!  Maju terus perfilm-an Indonesia!!!!

Stella~

September 20, 2008. Tags: . Ulasan 'Kita Punya Bendera'. 2 comments.

Ulasan karya : rahmadiah puput novrentia

rahmadiah puput novrentia

( komunitas ilustrator ” maros ” )

Trayek 2007

akrilik diatas kanvas

100 x 70 cm

September 19, 2008. Tags: . Ulasan Karya Jakarta 32'. Leave a comment.

Ulasan karya : resign-system

resign-system

Sepertinya tidak ada maksud khusus dengan sign yang satu ini…

Just for fun!!

Sign dengan gambar wanita sexy menggambarkan bahwa arena jalan raya tidak hanya identik dengan kaum adam saja, dan pada kenyataannya wanita sexy juga diidentikkan dengan ‘car race’ maupun motor ‘cycle race’ yang memang tidak pernah lepas dari sosok wanita sexy.

Sign dengan gambar motor mungkin dimaksudkan bahwa motor sekarang telah merajai jalanan ibukota, tidak hanya mobil semata, dan patut dapat perhatiaan khusus!

September 18, 2008. Tags: . Ulasan Karya Jakarta 32'. Leave a comment.

Ulasan Karya : Dias dan said

Dias dan said

CUSTOM COTTON

Merupakan salah satu karya dalam pameran Jakarta 32 yang tidak konvensional (tidak melulu ditempel ke dinding saja seperti poster) namun menggunakan tiang jemuran yang sering dipakai dalam rumah tangga untuk menggantungkan hasil karyanya.  Cukup menarik karena tidak biasa.

September 18, 2008. Tags: . Ulasan Karya Jakarta 32'. Leave a comment.

ulasan karya : cukil kayu untuk seni grafis

cukil kayu untuk seni grafis

Media/teknik : seni grafis cukil

Bentuk tutorial pembelajaran seni grafis yang dikemas secara fine art.

” Bagaimana menampilkan yang dituangkan kedalam sebuah karya seni murni juga sekaligus dapat menjelaskan maksud,alat bahan sampai pada bagaimana proses pembuatannya dan ini akan lebih terasa memberikan kesan tersendiri…..”

September 15, 2008. Tags: . Ulasan Karya Jakarta 32'. Leave a comment.

ulasan karya : karina tunggari

Freedom

2008

Akrilik diatas kanvas ( 195 x 100 cm )

Karya ini menceritakan tentang kebebasan yang didapatkan oleh anak-anak baik laki-laki maupun perempuan untuk mendapatkan pendidikan yang layak, makanan yang layak setelah korupsi diberantas.  Korupsi secara tidak langsung berkaitan dengan perampasan hak-hak rakyat kecil sehingga apa yang seharusnya menjadi hak rakyat diambil oleh para pejabat yang korupsi.  Korupsi yang telah berhasil diberantas ini digambarkan dengan tangan-tangan pejabat yang diborgol di bagian atas kanvas.  Dari mana kita tahu kalau itu adalah tangan para pejabat? Pada lengan baju terdapat kemeja putih dan kancing yang oleh Karina Tunggari dibuat dengan cermat sehingga tidak perlu menampilkan sosok pejabat korup secara full-body.

September 15, 2008. Tags: . Ulasan Karya Jakarta 32'. Leave a comment.

Suasana Jakarta 32′

Pameran Jakarta 32, ketika kami pertama kali datang suasana yang kami rasakan tenang karena yang datang tidak terlalu ramai, disepanjang dinding ruangan terdapat lukisan dan karya-karya seniman. Terdapat karya-karya patung yang kreatif dan benda-benda disekitar kita yang didesain secara kratif dan dipamerkan disana. Ada satu ruangan, ketika kita masuk hanya ada sebuah kursi dan sebuah proyektor yang menayangkan kita seperti berada didalam mobil yang sedang berjalan dan terdapat suara yang berada dijalan raya, kita dapat merasakan ruangan itu seolah-olah kita seperti berada dalam suasana tersebut.

Tidak hanya itu disana pun terdapat beberapa film pendek yang dapat kita lihat di dvd player yang kita bisa duduk seperti dirumah sendiri.

Dan kita juga bisa foto disana karena disana terdapat kotak yang bergambar baju sarjana S1, sehingga kita dapat merasakan menjadi sarjana sebelum lulus. Selain itu juga terdapat topi kesenian yang didesain dan dibuat sendiri, kita dapat memakainya dan foto disana.

Dan ternyata disana juga terdapat ruangan remang-remang yang didalamnya ternyata terdapat patung manusia yang tidak berkepala dan patung manusia yang berambut panjang seperti hantu, suasananya terlihat menyeramkan.

September 14, 2008. Tags: , . Jakarta 32', suasana jakarta 32. Leave a comment.

Our Most Favorite

Nih karya cukup antik, lucu, plus menarik. Lumayan menonjol dibanding karya lainnya di sana. Ngabisin tempat (!!?#$?@) trus warna warni lagi…. Jadinya ‘eyecatching’ deehhh…

Ga ada alesan khusus buat suka karya ini, suka ajaah….  Mungkin itu ya yang bikin Saya sama temen-temen rasanya pengen nari-nari di antara gantungan peluit-peluit ini.

Ayo kita ‘Sampaikan Lewat Tiupan!!’

Mungkin judul karya Bang Tumpal Anton Kristianto ini punya banyak arti… Bisa numpahin emosi lewat peluit, bisa nyalurin suasana hati pake warna peluit, pokoknya bisa macem-macem…

Asik lah nih karya menurut Saya…

Stella

aaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhh,,,,,,,,,,,,,,,seram!!! darah berceceran kemana-mana!!! plus ada tangan terpotong lagie…

gila karya yang atue ini bikin gw ketakutan…walo sebernanya c cuma sekedar gambar cartoon tapi gw salut dengan karya dede-dede sadisme ini, bisa buat gw merinding melihat darahnya.

karya ini memang menggambarkan sisi-sisi adanya tekanan batin dari seorang gadis yang lugu dan imut.

PokoE mantap BuaT karya Ini!!!

– NofIanti-

karya yang satu ini membuat saya terkesan, dari sisi fotografinya dengan pencahayaan dan komposisi yang sangat bagus dengan wajah real seakan-akan modelnya tidak sadar sedang difoto, ekspresi wajahnya terlihat nyata, tidak dibuat-buat. foto ini terlihat kepoloson seorang anak terhadap sesuatu..

dan

membuat saya ingin menatapnya dengan lama karena terkesima dengan wajahnya yang asli indonesia, yang tidak dibuat-buat..

– Herlina –

Bisa aja  kepikiran seperti itu. Terlihat seperti mainan tapi sebenarnya bukan. Jadi penasaran bagaimana cara buatnya terus kok ada sich alat pertukangan sekecil itu, dapat darimana atau buat sendiri juga. Kalo buat sendiri benar-benar kreatif banget.

Saya ingin tahu dari mana kok tiba-tiba bisa kepikiran menciptakan alat ini me njadi seperti mainan padahal alat ini fungsinya untuk pertukangan.

-Venny-

Karakter mainan yang satu ini benar-benar menarik.  Dengan menggunakan penggabungan antara alat pertukangan sehari-hari dengan tubuh karakter seekor anjing, ternyata dapat menghasilkan suatu karakter yang cukup lucu.  Namun ada sedikit sisi yang agak seram menurut saya karena pada bagian kepalanya menggunakan alat-alat yang bersifat tajam seperti gergaji, bor, dan lain-lain.  Jadi pada mainan ini ada sisi yang lucu namun juga sisi yang agak ‘kejam’.  Walau begitu saya tetap menyukainya.

$  Fransisca  $

September 14, 2008. Tags: , . Jakarta 32', Our Most Favorite. Leave a comment.

Profile

Hola !!

Selamat datang di blog kami !

Perkenalkan, kami wanita-wanita dari kelompok ‘kacangtanah’ dari TD2 B. Nah, sekarang kami mau jelasin kenapa namanya bisa ‘kacangtanah’……

Gini loh, jadii ceritanya emang kita udah sepakat mau ngasih namanya tuh pake cara mind mapping. Teruss mulai deh kita mulai tuh acara ngasih-ngasih nama, ada yang namanya ‘kreatif’, ‘remembrant’, ‘labamba’ trus, ‘manusiatakutmati’ lah bla bla blah….ampeeee akhirnya dapet inspirasi pas si nyonya Venny makan kacang….

Kacang tanah rebus uuyy….Yaudah deh setelah voting-votingan AKHIRNYA mutusin make nama itu….haha…kreatif bukan??

Sekarang liat profile anggota satu-satu yaa….

Stella nomer 625050067

stella87@live.com

http://profiles.friendster.com/onlymineonlyme

http://www.new.facebook.com/profile.php?id=1187773781

08129598875

pembaca novel, pecinta musik, art works holic, net surfer, france addict, and movie freak.
LOVE 2 hang out with friends !!!


Nofianti , Nim  : 625050070

  • nofianti_1986@yahoo.com
  • fS : nofie_antie@hotmail.com
  • 0818 0717 3939
  • DanCe HoliC ( DDR ), Suka Makan, ShoppinG, Baca Komik
Verany Hadyany nomer 625050087
chubby_sweet87@yahoo.co.id
http://profiles.friendster.com/68287192
085920758611
hobinya baca, penggemar Manet, seorang scorpio….
Herlina, nim 625050121
herlina2110@gmail.com
08388235432
nonton, baca, makan, DDR..

Venny Ariesta , Nim :625050130

  • specialgirl_87@yahoo.com
  • Baca + BerSiH -BerSiH….( AliAs RaPih2)

Elicia (625050068)

081808780388

baca novel, denger musik, tidur, nonton film, makan, hang out, shopping

Fransisca

625050075

email: shisuka_ri@yahoo.com

fs: shisuka_ri@yahoo.com

08388845708

makan, main DDR, jalan2, nonton, baca buku

September 14, 2008. Tags: . Profile. Leave a comment.

ART DECO

Lahir di masa-masa permulaan Perang Dunia pertama (1914) dan masuk ke masa depresi dunia di tahun 30-an, Art Deco membuktikan bahwa semangat hidup justru harus tetap berkobar di masa sulit terutama di bidang seni. Berawal dari pameran yang berjudul Paris exposition des Art Decoratifs es industries pada tahun 1925 di Perancis, didapatlah nama Art Deco. Dalam kamus karya Guy Julier Art Deco tidaklah dianggap sebagai sebuah gerakan namun hanyalah gaya atau kecendrungan dalam desain. Art Deco pada awalnya muncul dan berkembang di Perancis di antara dua perang dunia pada tahun 1920-an, mengantisipasi perkembangan teknologi. Kehebatan mesin dan dunia transportasi seperti pesawat terbang dan kapal laut menjadi inspirasi dan pendukung berkembangnya gaya ini. Gaya ini dipengaruhi oleh aliran Kubisme dan Fauvisme, serta juga gaya mesin dan Indian Aztec, Amerika Selatan. Selain itu pula gaya pedesain modernisme awal seperti Josef Hoffmann, Frank Llyod Wright, Adolf Loos juga banyak diserap ke dalam Art Deco. Di Amerika gaya Art Deco juga menghasilkan pendekatan baru dalam desain untuk kendaraan tranportasi yaitu, munculnya ornament – ornament dekoratif yang memanfaatkan unsur – unsur garis hias yang mengesankan gerak dan kecepatan. Jaman Art Deco sangat terkenal dengan mobil, kapal laut dan pesawat terbang yang dianggap sebagai simbol modernitas.

Gaya art Deco adalah penyambutan atas tibanya masa dimana dunia seolah bergerak lebih cepat,lebih banyak dan lebih jauh disebabkan oleh perkembangan teknologi transportasi. Hal tersebut tercermin dari pengadopsian bentuk-bentuk ramping dan streamline. Art Deco juga bisa dikatakan bersumber dari kesadaran akan kebutuhan untuk menyederhanakan bentuk bentuk rumit Art Nouveau.

Tokoh-tokoh yang dianggap sebagai pelopor gaya kesenian Art Deco adalah antara lain perancang pakaian Paul Poiret (1879-1944) dan seorang jauhari dan pengrajin kaca warna bernama Rene Lalique . Di bidang lain seorang produser tari ballet Rusia Sergei Diaghilev juga merancang dekor panggungnya dengan gaya ini.
Anehnya garis-garis menerus Art Deco kemudian berkembang menjadi lebih geometris dan lebih linear ketika objek-objek Art Deco semakin dibuat secara massal. Art Deco menemukan sarana ekspresinya di produk-produk industri seperti lokomotif, radio, jukebox,pesawat udara, kapal pesiar dan juga pencakar langit. Di bidang arsitektur sendiri, desakan ekspresi Art Deco muncul di Chrysler Building di kota New York yang dirancang oleh William van Allen. Juga kita bisa temui gaya ini didalam rancangan interior dari Gedung Radio Music City Hall oleh Donald Deskey juga di kota New York.

Radio Music City Hall oleh Donald Deskey

Donald Deskey

(more…)

September 13, 2008. Tags: , . Aliran-Aliran Seni, ART DECO. Leave a comment.

Next Page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.